TMMD Ke-128 Kodim 0806/Trenggalek Siap Dibuka, Apa Saja Sasarannya

Trenggalek – Komandan Kodim (Dandim) 0806/Trenggalek, Letkol Inf, Isnanto Roy Saputro, S.H, M.Si., memastikan sejumlah sasaran baik fisik dan nonfisik pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 siap dikerjakan.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, menjadikan TMMD ke-128 yang akan dibuka pada Rabu, 22 April 2026 ini sebagai momentum penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“TMMD merupakan program lintas sektoral yang menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Letkol Isnanto, Selasa (21/4/2026).

TMMD, lanjut pria dengan dua melati di pundak ini, diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat, mempercepat pembangunan infrastruktur, memberdayakan masyarakat desa, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat guna meningkatkan ketahanan wilayah.

“Harapan kita, seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan TMMD ke-128 dapat berjalan optimal, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun negeri dari desa,” harapnya.

Adapun sasaran fisik memaparkan sasaran yang akan dicapai pada TMMD ke-128 kali ini, di antaranya sasaran utama, berupa peningkatan jalan sepanjang 777 meter dan lebar 2,5 meter dan pembangunan tanggul penahan jalan (TPJ) di 8 titik.

Kemudian, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), di natarana TNI Manunggal air di lima titik, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 9 unit, penghijauan, pembagian paket anak stunting, ketahanan pangan, pembrrsihan fasilitas umum.

Terselenggaranya delapan kegitan sosialisasi dan penyuluhan berupa, sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) dan bela negara (belneg), sosialisasi gulbencal, sosialisasi bahaya narkoba, sosialissai UMKM berbasis IT, sosialisasi membangun desa wisata, sosialisasi kesehatan hewan, sosialissai pencegahan stunting.

Kemudian empat kegiatan pelayanan umum berupa, pengobatan masal, pelayanan posyandu, pembuatan SIM dan perpanjangan STNK, dan pelayanan Pendidikan. Juga ada dua kegiatan pelatihan dan edukasi berupa pelatihan gulbencal dan pembuatan pupuk organik. Selain ada dua kegiatan sosial berupa pembagian sembako atau paket stunting, dan penanaman pohon, serta pemutaran film perjuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *