Sejumlah Pati TNI Pastikan Kesiapan Operasional Koperasi Merah Putih di Madiun dan Ponorogo
Ponorogo – Sejumlah perwira tinggi (Pati) TNI yang tergabung dalam Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) meninjau sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, Senin (19/10/2026). Sehari sebelumnya, tim yang sama juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah Madiun.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik dan operasional koperasi, mulai dari kondisi bangunan, kelengkapan peralatan, hingga fasilitas pendukung sebelum mulai dioperasionalkan.
“Kami dari Mabes TNI, kemudian ada juga dari Lemhannas dan Mabes TNI AL, diperintahkan oleh Panglima TNI untuk melaksanakan pengecekan kesiapan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, baik bangunan, perlengkapan, maupun fasilitasnya,” kata Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo kepada awak media saat berada di KDKMP Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.
Ia menjelaskan, pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesiapan setiap koperasi untuk mulai beroperasi. Berdasarkan hasil peninjauan di Kabupaten Madiun dan Ponorogo, secara umum koperasi yang dikunjungi telah memenuhi kesiapan dari sisi bangunan dan fasilitas pendukung.
“Kami datang ke sini untuk memastikan apakah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah siap dioperasionalkan atau belum. Ternyata, di Kabupaten Madiun maupun Ponorogo, kondisinya sudah siap untuk dioperasionalkan,” ungkapnya.
Mayjen Teguh menambahkan, hasil pengecekan menunjukkan bahwa kondisi bangunan koperasi cukup baik dan perlengkapan yang dibutuhkan telah tersedia. Meski demikian, aspek sumber daya manusia, khususnya pemenuhan tenaga staf, masih perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, keberadaan manajer koperasi sudah terpenuhi. Namun, proses perekrutan staf perlu dilakukan secara lebih selektif agar mampu menjaring sumber daya manusia yang kompeten sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat setempat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan KDKMP adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok agar ketersediaan barang tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau.
Dengan keberadaan koperasi, diharapkan gejolak harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada periode tertentu, seperti menjelang Lebaran dapat ditekan sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Tujuan koperasi ini adalah untuk menyejahterakan masyarakat. Yang terpenting, rantai pasok kebutuhan masyarakat bisa terjamin dengan baik. Jangan sampai ketika masyarakat membutuhkan barang-barang pokok, seperti minyak goreng dan telur, harganya justru melonjak tinggi,” terangnya.
Selain menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok, KDKMP juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Produk-produk hasil usaha masyarakat dapat dipasarkan melalui koperasi, baik di dalam gerai maupun melalui stan-stan yang disediakan di area sekitarnya.
Dengan demikian, sebutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemasaran produk lokal yang dapat mendorong pertumbuhan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Mayjen Teguh juga menegaskan, peran TNI dalam program tersebut adalah membantu memastikan kesiapan koperasi, terutama dari sisi fisik dan fasilitas. Sedangkan untuk pengelolaan dan operasional selanjutnya menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah desa atau kelurahan.
“Intinya, TNI membantu menyiapkan kesiapan koperasi. Untuk operasional selanjutnya menjadi tanggung jawab desa atau kelurahan masing-masing. Harapannya, masyarakat semakin sejahtera, dan TNI pasti akan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

