Panggul 3 Sak Semen Sekaligus, Aksi Samson Ponorogo Curi Perhatian di Desa Bulu Lor
Ponorogo – Aktivitas di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, tak pernah sepi. Deru mesin molen berpadu dengan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan.
Di tengah kesibukan itu, perhatian warga kerap tertuju pada pria bertubuh kekar. Seperti orang yang tengah mengamuk, tiga sak semen yang memiliki berat total sekitar 150 kilogram mampu dipanggulnya sekaligus, tanpa alat bantu apa pun.
Otot kekarnya membuat tumpukan semen itu seolah tak berbobot, membuat warga yang menyaksikan hanya bisa berdecak kagum.
Di kalangan warga, pria bertubuh kekar dikenal dengan julukan “Samson Ponorogo”. Sosok yang dimaksud adalah Serka Zainuri, prajurit TNI yang kesehariannya bertugas di Kodim 0802/Ponorogo.
Bagi Serka Zainuri, kemampuan fisik yang dimilikinya bukanlah untuk dipamerkan. Di lokasi TMMD, tenaga ekstranya dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan. Mulai dari mengangkut material bangunan, memindahkan semen, hingga membantu berbagai pekerjaan berat lainnya agar seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan secara optimal.
“Ya tidak ada salahnya kita bantu-bantu di sini, meski tugas utama saya adalah meliput pelaksanaan TMMD. Selama kita mampu, tidak masalah. Justru saya senang bisa berbuat sesuatu untuk warga di sini,” katanya saat ditemui di lokasi pembangunan tanggul penahan jalan, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, menjadi prajurit TNI bukan hanya tentang menjalankan tugas pokok, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai prajurit, kami senang dan bangga bisa berbuat sesuatu untuk warga di sini,” ujarnya.
Zainuri pun mengungkapkan bahwa tubuh kekar yang kini menjadi ciri khasnya bukan diperoleh secara instan. Semuanya merupakan hasil dari disiplin dan latihan yang dijalani secara konsisten selama bertahun-tahun.
“Kalau latihan intensif dimulai sejak tahun 2020. Pokoknya setiap hari, kalau ada waktu luang, saya sempatkan untuk berlatih. Kuncinya konsisten,” terangnya.
Kehadiran Zainuri mampu menjadi penyemangat bagi personel Satgas TMMD maupun warga yang ikut bergotong royong. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan beberapa orang dapat diselesaikan lebih cepat ketika dirinya ikut turun tangan membantu.
Dedikasi itu kini tidak hanya membentuk postur tubuh yang kuat, tetapi juga menjadi modal baginya untuk bekerja lebih maksimal di lapangan. Bagi Serka Zainuri, kekuatan fisik akan lebih memiliki makna ketika dapat digunakan untuk meringankan pekerjaan, mempercepat pembangunan, dan membantu masyarakat melalui program TMMD.

