Dandim Tulungagung Hadiri Kunjungan Menhan Sjafrie, Pengabdian Prajurit kepada Rakyat Jadi Penekanan
Tulungagung – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya menjaga jati diri prajurit TNI sebagai Tentara Rakyat yang lahir dari rakyat dan mengemban tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886/PJ, Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026).
Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., turut hadir menyambut kunjungan kerja Menhan bersama jajaran pejabat terkait. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan nilai-nilai keprajuritan, khususnya dalam menjaga kedekatan TNI dengan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam arahannya di hadapan prajurit Yonif TP 886/PJ, Sjafrie mengingatkan bahwa menjadi prajurit TNI bukan berarti memutus hubungan dengan masyarakat. Sebaliknya, status sebagai prajurit harus semakin memperkuat tanggung jawab untuk memberikan pengabdian dan manfaat nyata bagi rakyat.
“Kamu menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia, kamu harus tahu bahwa kamu adalah Tentara Rakyat. Karena kamu adalah lahir dari rakyat, kamu adalah anak kandung rakyat, dan setelah menjadi prajurit TNI kamu harus membalas jasanya rakyat kepadamu,” tegas Sjafrie.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kedekatan dengan rakyat merupakan bagian penting dari jati diri TNI. Pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan sesuai kewenangan, tetapi juga melalui sikap, disiplin, serta kepedulian terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Selain menekankan pentingnya pengabdian kepada rakyat, Menhan juga mengingatkan para prajurit agar senantiasa menjaga semangat, disiplin, dan kepatuhan kepada pimpinan. Kemampuan dasar keprajuritan, termasuk keterampilan menembak dan bela diri, juga menjadi perhatian dalam mendukung kesiapan prajurit menghadapi tuntutan tugas.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tri Budi Utomo.
Bagi satuan teritorial pembangunan, penguatan jati diri sebagai Tentara Rakyat memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai komponen masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pembangunan wilayah serta mengoptimalkan potensi lokal.
Melalui kunjungan kerja ini, Yonif TP 886/PJ diharapkan terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kesiapan prajurit, dan memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan tugas pertahanan dapat berjalan seiring dengan kontribusi satuan dalam mendukung ketahanan wilayah dan pembangunan daerah di Tulungagung serta sekitarnya.

