Cegah Karhutla di Kalimantan Meluas, Kapten Tri dari Korem 081/DSJ Ingatkan Warga Soal Bahaya Api

Kapuas Hulu — TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan.

Tak hanya mengerahkan prajurit untuk membantu penanganan dan pemadaman di sejumlah titik kebakaran, TNI AD juga mengambil langkah preventif dengan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla serta langkah-langkah pencegahannya.

Salah satunya dilakukan Kapten Inf Tri Arhyndro Suseno. Personel Korem 081/DSJ tersebut memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Laut Letawang, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).

Dalam penyuluhannya, Tri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas sehari-hari yang berpotensi menjadi sumber api.

Menurut dia, kebakaran tidak selalu bermula dari pembakaran dalam skala besar. Hal-hal yang terlihat sepele, seperti membakar sampah atau api yang ditinggalkan dari aktivitas rumah tangga, dapat menjadi pemicu kebakaran apabila tidak diawasi dengan baik.

“Kelalaian manusia saat beraktivitas menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat harus benar-benar berhati-hati dan tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala,” kata Kapten Tri dalam penyuluhannya.

Perhatian khusus juga disampaikan Tri terhadap aktivitas pembuatan ikan asap yang banyak dilakukan masyarakat. Penggunaan api secara langsung dalam proses tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan pengawasan agar tidak menimbulkan kebakaran.

“Apabila membuat ikan asap maupun membakar sampah, pastikan selalu ditunggu dan diawasi sampai api benar-benar padam. Jangan meninggalkan lokasi sebelum dipastikan tidak ada lagi bara api yang dapat menyulut kebakaran,” tegasnya.

Pama TNI AD itu menambahkan, dampak karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan serta berbagai aktivitas masyarakat.

Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran, lanjutnya, bahkan dapat berdampak terhadap dunia pendidikan. Di sejumlah wilayah, kondisi asap yang cukup parah membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring.

Tri pun mengajak masyarakat Desa Laut Letawang untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang menggunakan api.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menghadapi dampaknya. Mari kita jaga lingkungan bersama dan pastikan setiap aktivitas yang menggunakan api dilakukan dengan aman,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kapten Tri merupakan salah satu personel Korem 081/DSJ yang diterjunkan dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Total ada delapan personel yang terdiri dari satu perwira menengah dan tujuh perwira pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *