Satgas Yonif 511/DY Bantu Evakuasi Penderita TBC Akut dari Sanggau

KALIMANTAN BARAT, trisulanews.com – Satgas Pamtas Yonif 511/DY mengevakuasi Klaudius Godi, 18 tahun, penderita TBC akut di Dusun Segumon, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ke Puskesmas setempat, Kamis (27/9/2018). Saat dievakuasi, kondisi Godi sangat lemah dan sulit bernafas.

“Kondisinya lemah karena tidak mau makan, setiap makan muntah dan sulit bernafas, jadi kita evakuasi ke Puskesmas di Balai Karangan untuk mendapatkan pengobatan disana. Tubuhnya sangat kurus sekali,” kata Dokter Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letda CKM Ketut Agus Suardaya saat mendampingi evakuasi.

Dari pemeriksaan luar tubuh, penyakit TBC yang menggerogoti Godi kemungkinan sudah menginfeksi paru-paru remaja ini. Menurut Ketut, ada suara kasar di paru-parunya yang menjadi tanda terdapat infeksi di organ tersebut.

“Tadi sudah saya periksa, ada suara kasar dari paru-parunya. Kemungkinan itu karena infeksi, tapi untuk memastikan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Yang pasti dari pengamatan medis, kondisinya sangat lemah, ada penurunan berat badan signifikan,” jelas Ketut.

Penyakit yang diderita Godi mulai menunjukkan gejala ketika dia berusia 15 tahun. Saat itu, dia sering demam dan batuk. Ibunda Godi, Magdalena sudah berupaya mengobati putra pertamanya ini, namun karena keterbatasan biaya, Godi akhirnya hanya dirawat dirumah saja.

“Sudah pernah dibawa ke Puskesmas, terus dibawa ke (RSUD) Sanggau ndak sembuh. Waktu berobat itu biaya sendiri, disuruh 50 kali suntik, satu hari satu kali suntik, tapi saya ndak ada uang. Bapaknya Godi sudah meninggal dari dia umur tiga tahun, saya kerja (buruh) harian lepas,” tutur Magdalena.

Magdalena mengungkapkan, sebelum dievakuasi Godi hanya bisa terbaring diruang tamu rumahnya yang juga menjadi kamar. Sempat terfikir oleh perempuan 46 tahun ini untuk membawa Godi ke Rumah Sakit dengan modal Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya, namun karena KIS hanya menanggung biaya pengobatan, niat itu diurungkannya.

“Berobat itu memang pakai (dijamin) BPJS, tapi ongkos pulang pergi kesananya, makan minum disana itu yang berat. Sejak sakit Godi sudah ndak sekolah, dulu masih sekolah di SMA 1 Sekayam, waktu naik kelas tiga sakitnya parah, ndak sekolah lagi,” ujarnya.

Kabar kondisi kesehatan Godi yang butuh penanganan serius ini pun terdengar sampai ke Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letkol Inf. Jadi. Danyon Pamtas itu lantas memerintahkan tim kesehatannya melakukan penanganan dan evakuasi segera.

Perhatian dan reaksi cepat Yonif 511/DY terhadap Godi mendapat apresiasi dari masyarakat disekitar tempat tinggalnya. Tokoh masyarakat Segumon, Sumito menyampaikan terima kasih atas kepedulian Yonif 511/DY.

“Keluarga dan masyarakat disini sudah berusaha mengobati dengan bermacam cara, tapi tidak sembuh-sembuh, sampai hari ini ada bantuan dari TNI mudah-mudahan ada perubahan. Saya ucapkan terima kasih kepedulian TNI dengan warga kami, Tuhan yang balas budi baiknya,” tandas Sumito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *