Pemerintah Gagal Dalam Hal Pemberantasan Narkotika

JAKARTA, trisulanews.com – Bertempat di Aula Bareskrim Polri BNN Jakarta selatan acara ulang tahun (HUT) Ke 2 Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) yang jatuh.pada.tanggal 14 April 2018 baru baru ini dirayakan bersama dengan penuh suka cita dan kekeluargaan ruangan aula BNN penuh dengan para undangan yang hadir saat itu. Hadir pada acara ulang tahun.ke 2 GPAN seluruh pendukung film tiga pilihan hidup, DPD GPAN Jawa Timur, Jawa Barat, Medan, Riau, Jambi,Lampung, Kalimantan Selatan, Bali dan calon pengurus DPD seluruh indonesia. Hadir juga organisasi seperti Persatuan Seniman Komedi Indonesia, FKPPI, ojek online, Paguyuban Seniman Badut Indonesia. Juga mengundang 50 anak yatim

Nampak hadir Mantan KA BNN Komjen Pol DR. Anang Iskandar SH. MH, Irjen Pol Drs. Dunan Ismail ISJA, Anhar Nasution SH Sekretaris Jenderal Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FORKAN).

Dalam sambutanya Ketua Umum Brigjen Pol (P) Siswandi yang secara aklamasi menggantikan posisi Bob Hasan SH,MH sebagai Ketua Umum, sedangkan sebelumnya Siswandi duduk sebagai Penasehat GPAN.

Siswandi.sekilas menceritakan cikal bakal terbentuknya GPAN. Kata Siswandi, dulu awalnya GPAN adalah Gerakan Artis Peduli Anti Narkoba, namun banyak.orang yang.merasa belum dapat menerima. Siswandi merubahnya kembali menjadi Gerakan Anti Narkoba. Namun sayang disaat mendaftarkan ke Hukum dan HAM ditolak dikarenakan menggunakan nama gerakan. Namun Siswandi bergerak cepat pada akhirnya muncullah nama Generasi Anti Narkoba (GPAN) hingga saat ini sah.

Akhirnya pada tanggal 2 April dua tahun yang.lalu kata Siswandi GPAN resmi di dideklarasikan. ” Tepat kita dideklarasikan tanggal 2 April dua tahun yang lalu. Akhirnya sahlah kita adakan ulang tahun ini tanggal 14 April 2018. GPAN diserahkan mandatnya dan secara aklamasi tanggal 7 April 2018 saya diberikan mandat untuk menjadi Ketua Umum. Dulu saya.Penasehat,” katanya disambut tepuk tangan yang.meriah para undangan.

Menyikapi masalah narkoba kian hari semakin membahayakan dan sudah mengancam generasi muda penerus Bangsa, bahkan sudah membunuh ribuan manusia akibat barang haram ini. Walaupun Presiden Joko Widodo secara tegas mengatakan, bahwa Indonesia darurat Narkoba. Namun nyatanya peredaran dan penyelundupan narkoba malah semakin menjadi jadi bahkan terang terangan.

Hal ini pun ditegaskan Siswandi dengan keras bahwa pemerintah gagal dalam pemberantasan narkotika. “Saya salut dan bangga memberikan apresiasi kepada BNN dan Polri. Jaman saya 10 kilo, 20 kilo, bahkan 100 kilo sudah.hebat sekarang sudah ton ton an, hebat. Tapi.kita gagal tak kala kita bicara Demand dan rehabilitasi,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Siswandi memohon doa restu agar GPAN Jaya, tetap berkibar, dan GPAN sebagi.mitra dari pada UU 35 tahun 2009. ” Jadi BNN nggak usah takut dan GPAN ikut bergabung untuk memberantas narkotika bersama. Untuk mendukung pemerintah, mendukung eksekutor Jaksa Agung supaya membantu BNN sehingga di Indonesia itu tidak ada lagi sindikat narkotika boleh mati 3 kali. Ini bukti kita aja. sindikat narkotika boleh mati 3 kali hanya di Indonesia saja,” ujarnya tersenyum. (lian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *