Cahaya Pendidikan di Tanah Papua : Yonif TP 810 Hadirkan “Ruang Beta” untuk Anak Anak Harapan Negeri
Sentani — Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan melalui misi pengamanan, tetapi juga lewat dedikasi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dibuktikan oleh prajurit dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Yonif TP 810/BEM yang menginisiasi program edukasi inspiratif bernama “Ruang Beta” (Belajar anak-anak bersama Tentara) bagi anak-anak di Kampung Sosiri pada Senin,02/11/2026.
Program “Ruang Beta” lahir dari kepedulian mendalam terhadap masa depan anak-anak di wilayah penugasan yang sering kali menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal dan sarana belajar yang memadai. Kata “Beta” sendiri, yang akrab digunakan di kawasan timur Indonesia, menyimbolkan kedekatan, kesetaraan, dan rasa kekeluargaan antara TNI dan masyarakat setempat.
Ruang Rindu Ilmu di Tengah Keterbatasan
Setiap sore hari, suasana di sekitar Yonif TP 810/BEM berubah menjadi lebih hidup dan riang. Anak-anak Kampung Sosiri dengan penuh semangat berdatangan mengenakan pakaian seadanya, membawa buku tulis dan pensil, siap menyambut kegiatan belajar bersama.
Didampingi langsung oleh para prajurit yang beralih peran menjadi “guru”, serta ibu-ibu Persit yang penuh kelembutan, suasana belajar dikemas secara interaktif, menyenangkan, dan penuh canda tawa. Mulai dari belajar membaca, menulis, berhitung, hingga mendengarkan cerita-cerita pahlawan dan wawasan kebangsaan, semuanya disampaikan dengan metode yang mudah dicerna oleh anak-anak.
”Kami ingin kehadiran Yonif TP 810/BEM di sini benar-benar meninggalkan jejak kebaikan yang abadi. Pendidikan adalah kunci utama masa depan mereka. Lewat ‘Ruang Beta’, kami ingin memastikan anak-anak Papua mendapatkan hak belajar yang layak sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini,” ujar Komandan Yonif TP 810/BEM Letkol Inf Iskandar S.E., M.Tr.Mil
Dengan Sentuhan Kasih Sayang Ibu Persit
Peran Persit KCK Yonif TP 810 menjadi salah satu daya tarik utama dalam program ini. Ibu-ibu Persit tidak hanya membantu membimbing proses belajar mengajar, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan, kebersihan diri (personal hygiene), serta membagikan makanan tambahan dan perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis.
Ikatan emosional yang terjalin antara ibu-ibu Persit dan anak-anak Papua terlihat begitu erat. Tidak jarang, anak-anak memeluk erat para ibu Persit selesainya jam belajar, menciptakan pemandangan hangat yang mencerminkan indahnya kebersamaan di tanah Papua.
Menyalakan Asa Menuju Masa Depan
Antusiasme yang tinggi tidak hanya datang dari anak-anak, tetapi juga mendapat apresiasi luar biasa dari para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya “Ruang Beta” karena anak-anak mereka kini memiliki kegiatan positif di luar jam sekolah.
Melalui program “Ruang Beta”, Yonif TP 810/BEM membuktikan bahwa senjata terkuat seorang prajurit bukan hanya senapan di pundak, melainkan ketulusan hati untuk merangkul, mengabdi, dan menyalakan asa bagi generasi penerus bangsa di tapal batas negeri. Semangat belajar yang terpancar dari mata anak-anak Papua hari ini adalah secercah harapan besar bagi Indonesia di masa depan.

