Unhan Gelar Peluncuran Buku Kepemimpinan Nusantara

BOGOR – (21/2) Universitas Pertahanan (Unhan) meluncuran buku “Kepemimpinan Nusantara (Archipelago Leadership)”. Buku yang mengulas tentang kepemimpinan nasional ini ditulis oleh Guru Besar Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.

Seremoni peluncuran yang digelar di Auditorium Universitas Pertahanan di Sentul, Bogor, dihadiri Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (Keynote Speech), yang didampingi Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP, dan seluruh pejabat serta mahasiswa Unhan.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Marsetio menguraikan isi buku. “Buku ini membahas kepemimpinan Indonesia, dikaitkan dengan kondisi geografis yang berciri kemaritiman dengan jumlah pulau mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah hampir 6,5 juta km2 serta garis pantai sekitar 99.149 kilometer. Posisi geografis sangat strategis, terletak di antara dua samudera dan dua benua, menjadi bagian dari Sea Lines of Communications (SLOCs) dan Sea Lines of Trade (SLOT) perekonomian dunia. Penduduknya sekitar 257 juta berasal dari 1.340 suku bangsa dan 1.158 bahasa daerah, dengan adat istiadat yang berbeda-beda, sehingga tingkat kesejahteraannya belum sepenuhnya merata”, urai Marsetio.

“Selain itu, akar kepemimpinan di Nusantara juga dibahas, dengan mengambil sampel kepemimpinan di Pulau Jawa, sebagai populasi terbesar dari penduduk Indonesia, yang sandingkan dengan nilai, historis, filosofi dari pemimpin kerajaan-kerjaan besar nusantara terutama dalam kepemimpinan di bidang maritim”, lanjut Marsetio menjelaskan.

Sementara Menhan RI dalam amanatnya menilai, bahwa buku ”Kepemimpinan Nusantara”, sebuah buku yang sangat relevan dan sangat penting dijadikan referensi untuk membentuk kader – kader Pemimpin Nusantara ditengah derasnya dinamika Perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.

“Seorang pemimpin harus memiliki komitmen dan integritas yang kuat yang didasarkan pada landasan Nilai-Nilai keluhuran budi dan teguh pada keyakinannya untuk mencapai sebuah sebuah tujuan mulia. Pemimpin sejati juga harus memiliki Prinsip-prinsip kebaikan dan kebenarannya yang telah diyakininya, sehingga ia tidak mudah goyah untuk terus melangkah didalam menghadapi tantang dan rintangan”, tutur Menhan.

Pengamat Pertahanan dan Politik Dr. Andi Widjajanto yang saat itu hadir turut mengapresiasi buku karya guru besar Unhan ini. Menurutnya buku in penting karena menggabungkan kepemimpinan dengan nusantara.

Ia juga mengungkapkan ketertarikannya pada satu kutipan dari buku yang berbunyi “Kepemimpinan strategis adalah pemimpin yang membangun negara kepulauan dengan visi pembangunan maritim berwawasan nusantara”. (hms/ef)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *