Letkol Pnb Asri Effendi Apresiasi Latihan Parasailing Koopsau I di Tanjung Benoa Bali

BALI (10/11) Skadron Udara 12 Black Panther yang bermarkas di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru turut berpartisipasi pada Latihan Parasailing Koopsau I Tahun Anggaran 2018. Dipimpin langsung oleh Komandan Skadud (Danskadud) 12, Letkol Pnb Asri Efendi Rangkuti.

Menurut Danskadron, latihan parasailing ini rutin dilakukan oleh para penerbang Skadud 12 Black Panther. Skadud 12 sendiri mengawaki Pesawat Tempur Hawk 109/209. Pada latihan parasailing tahun ini diikuti oleh 10 penerbang,

Menurut Danskadud 12, Letkol Pnb Asri Effendi Rangkuti, dengan adanya latihan tersebut, diharapkan semua penerbang Skadud 12 semakin siap dengan semua kondisi yang terjadi saat melaksanakan operasi penerbangan, terutama saat emergency situation.

“Latihan ini bertujuan untuk melatih para penerbang tempur saat melakukan escape dan eject. Agar saat kondisi darurat di atas lautan, mengusai prosedur tersendiri, di mana saat masuk ke laut, parasut sudah harus dilepas,” ujar Letkol Pnb Asri Effendi kemarin.

Selain itu, Danskadron 12 juga berharap, agar latihan tersebut hanya sebatas latihan saja. Tidak benar-benar terjadi, sehingga semua penerbang Skadud 12 tetap bisa menjalankan dengan baik semua tugas-tugasnya.

Namun, lanjut Letkol Pnb Asri Effendi, apabila para penerbang Skadud 12 mengalami kondisi darurat, maka para penerbangnya bisa melakukan prosedur yang telah dilatihkan. Ia berharap para penerbangnya profesional dan dapat survive saat menghadapi emergency situation.

“Artinya semua penerbang siap siaga, terutama saat escape dan eject menggunakan ejection seat. Ini lah manfaat dari adanya latihan ini diselenggarakan setiap tahunnya,” papar Danskadud 12.

Perwira menengah TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2000 tersebut menjelaskan, Latihan Parasailing yang dilakukan di Tanjung Benoa, Bali, sudah mendekati kondisi riili saat emergency situation bagi para penerbang tempur. Untuk itu, ia berharap, para penerbangnya bisa memanfaatkan latihan dengan baik.

“Tidak sama persis, namun sudah sangat mendekati. Hanya terkait kecepatan turun. Karena saat terjun, harusnya cepat seperti terjun payung. Namun, ini sudah sangat baik, apabila bisa diikuti dengan baik, maka hasilnya maksimal,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *