Latgab TNI 2019, Marinir Rebut Pantai Pendaratan
Situbondo, Prajurit Korps Marinir TNI AL melaksanakan Pendaratan di pantai Banongan Situbondo Jawa Timur sehari sebelum pelaksanaan Puncak Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2019 dengan sandi “Dharma Yudha”. Kamis kemarin.
Pada Latihan Gabungan kali ini Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) sebagai Kepala Staf Komando Gabungan (Kaskogab) dan Komandan Pasmar (Danpasmar) 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M., sebagai Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat), selain itu juga melibatkan material tempur Korps Marinir yang mengikuti latihan terbesar TNI ini, material tempur yang dilibatkan diantaranya LVT-7A, BMP-3F, Tank PT-76, BTR-50, Kapa-61, Roket Multilaras RM-70 Grad/Vampire, Howitzer 105 mm, Komob, Ranbeng dan Ganila.

Simulasi pertempuran pada Latgab TNI kali ini Marinir sebagai Pasukan Pendarat merebut dan menguasai pantai pendaratan yang sudah dikuasai musuh selanjutnya membentuk lorong untuk melanjutkan pertempuran gabungan darat. Sebelum dilaksanakan pendaratan, Pasukan Khusus Intai Amfibi Korps Marinir melaksanakan Terjun Tempur pada malam hari dan dilanjutkan Pendaratan Khusus (Ratsus).
Selesai melaksanakan pendaratan pada hari berikutnya dilaksanakan Puncak Latgab. Puncak Latgab TNI Dharma Yudha 2019 dibuka dengan mendoakan almarhum BJ Habibie. Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal menghadiri kegiatan ini dan digantikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

“Kita bisa saksikan tadi bahwa Indonesia telah memiliki satu kekuatan angkatan bersenjata yang dapat dibanggakan, yang dapat mengimbangi kekuatan negara-negara lain,” ujar Wiranto usai menghadiri atraksi Fire Power Demo 2019, yang menjadi puncak latihan gabungan TNI “Dharma Yudha 2019” di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.
Fire power demo merupakan puncak acara dari kegiatan latihan gabungan TNI yang digelar sejak 9 September 2019 dan akan berakhir pada tanggal 12 September 2019. Latihan ini melibatkan 12.500 personel gabungan TNI dari tiga matra.
Latihan gabungan ini dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dari satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, serta memperkuat kesiapsiagaan prajurit apabila diperlukan dalam melaksanakan operasi.

Selain itu, latihan yang berlangsung selama 4 hari juga menjadi ajang menampilkan alat-alat utama sistem senjata (alutsista) terbaik dan terbaru, termasuk pesawat, drone, dan tank TNI.
Latgab TNI 2019 dengan sandi “Dharma Yudha” kali ini mengambil tema “Komando Gabungan TNI melaksanakan kampanye militer di mandala operasi dalam rangka menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI” dengan didukung oleh Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab), Komando Tugas Gabungan Darat (Kogasratgab), Komandon Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla), Komando Tugas Gabungan Lintas Udara (Kigasgablinud), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin), dan Satuan Tugas Dukungan (Satgasduk) Logistik, Komunikasi Elektronika (Komlek), Perang Elektronika (Pernika), Kesehatan, serta Pasukan Khusus.