Ini Sosok Anggota Persit Kodim Tulungagung yang Olah Sampah Daun Cengkeh Jadi Minyak Astiri

TULUNGAGUNG– Minyak atsiri merupakan zat cair yang bersifat mudah menguap, bercampur dengan persenyawaan padat berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya yang diambil dari bagian-bagian tanaman seperti biji, buah, bunga akar dan daun serta bagian lainnya.

Adalah Noni Trisnawati warga Desa Slawe Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Kodim 0807 Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya isteri dari Sertu Bambang Supriyadi anggota Koramil 0807/10 Pakel Kodim Tulungagung menjadi seorang wanita inspiratif dengan usaha penyulingan minyak atsiri dari daun cengkehnya, Minggu (10/03/2019).

Pengalaman usaha penyulingan minyak atsiri daun cengkeh tersebut ia dapat dari orang tua yang terlebih dahulu menjalankan usaha yang sama. Noni Trisnawati memutuskan memulai usaha penyulingan minyak atsiri daun cengkeh sendiri semenjak mengikuti sang suami pindah tugas dari kesatuan lamanya ke Kodim 0807/Tulungagung pada tahun 2013 silam. Hal ini mengingat banyaknya petani cengkeh di lingkungannya sehingga bahan baku daun cengkeh kering melimpah.

Bahan baku daun cengkeh kering didapat dari para pengepul yang ada di lingkungan wilayah Watulimo Kabupaten Trenggalek. Dalam sehari, kedua pekerja penyulingan dapat menyuling 80-100 karung daun cengkeh kering hingga menjadi kurang lebih 30kg minyak atsiri.

Melihat potensi usaha yang bagus dan bahan baku yang melimpah, Noni Trisnawati berharap kedepannya dapat menambah mesin penyulingan dan menambah pekerja sehingga mampu meningkatkan jumlah produksi minyak atsiri.

“Kedepannya kami berharap menambah mesin dan pekerja untuk meningkatkan jumlah produksi.” ungkap Noni.

Dengan mempunyai usaha penyulingan minyak atsiri daun cengkeh ini, Noni Trisnawati juga ikut berkontribusi kepada lingkungan di sekitar ia tinggal. Mulai dari mencetak lapangan kerja baru, sampah daun cengkeh kering yang telah disuling digunakan sebagai bahan bakar penyulingan dimana hasil pembakaran berupa abu digunakan masyarakat sekitar sebagai pupuk dan ikut membantu pembangunan infrastuktur desa sekitar. (pen/ef)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *