Dandim Dampingi Bupati Lepaskan Balon Terbang Tanda Kick Off BIAN di Tulungagung

Tulungagung – Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Czi Nooris Agus Rinanto S.I.P mendampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M melepaskan balon terbang, yang menandakan dimulainya Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kantor Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Rabu (03/8/2022).

Terbangnya balon ini sebagai penanda kick off (dimulainya) BIAN di Kabupaten Tulungagung. BIAN bertujuan untuk mengejar kekurangan vaksin dasar lengkap dan vaksin lanjutan pada anak usia 5-59 bulan.

“BIAN akan memberikan perlindungan pada anak dari berbagai penyakit. Kita tahu anak-anak harus dipersiapkan sejak dini.” terang Bupati Tulungagung.

Lanjutnya, bahkan intervensi kepada anak sudah dilakukan sejak dalam kandungan. Semua dilakukan agar pertumbuhan janin normal, dan lahir dalam keadaan sehat. Saat anak sudah lahir, maka dipersiapkan dengan beragam kekebalan terhadap berbagai ancaman penyakit.

“Mereka dilengkapi dengan kekebalan untuk menjamin kesehatannya. Agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang hebat.” ujar Bupati.

BIAN menjadi bagian penting dalam menyambut generasi emas 2045. Saat ini Indonesia mempunya bonus demografi, karena jumlah penduduk di usia produktif lebih tinggi. Dengan mempersiapkan kesehatan mereka sejak saat ini, anak-anak ini akan menjadi pribadi yang tangguh dan kompeten.

“Kelak mereka akan menjadi generasi muda yang handal dan hebat. Menjadi generasi emas Indonesia.” tegasnya.

Menurut Bupati, sejumlah penyakit yang bisa dicegah melalui BIAN antara lain penyakit-penyakit seperti Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis atau batuk rejan, Hepatitis B, Campak, dan Rubela. Dalam kesempatan ini, bupati mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny Siyuk Maryoto Birowo menetaskan vaksin polio pada anak. Bupati juga meneteskan vaksin polio ke salah satu anak yang digendong petugas medis. Selama masa pandemi, Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) menjadi terhambat. Salah satunya karena Posyandu ditutup saat awal pandemi, dan masyarakat juga takut datang saat Posyandu sudah dibuka. Hal itu berdampak pada penurunan cakupan imunisasi dasar maupun lanjutan.

“Jika ketinggalan imunisasi ini tidak kita kejar, maka ke depan akan muncul kejadian luar biasa penyakit-penyakit itu.” tegasnya.

BIAN mempunyai dua rangkaian kegiatan, yaitu pemberian satu dosis tambahan imunisasi campak rubella bagi anak-anak usia 9-59 bulan, lalu disusul imunisasi Kejar. Imunisasi Kejar bertujuan melengkapi dosis yang kurang pada imunisasi dasar dan lanjutan, seperti OPV (vaksin polio oral), IPV (vaksin polio injeksi), serta DPT, HB dan Hib pada anak usia 12-59 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *