Bergandeng Tangan Bangun Negeri, Korem 172 Gelar Komsos Bersama Tokoh Agama Jayapura

Jayapura, Perkuat persatuan dan kebersamaan bergandeng tangan membangun negeri, Korem 172/PWY menggelar komunikasi Sosial (Komsos) bersama tokoh agama dari berbagai denominasi Gereja yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura. Demikian disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 172/PWY, Mayor Chk Eka Yudha Kurniawan, S.H., di Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (24/6/2020).

Diungkapkan Kapenrem, Komsos bersama tokoh agama ini diprakarsai Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan pada Senin (22/6/2020).

“Mengusung tema Mari Bergandengan Tangan Membangun Negeri, Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Tanah Papua, dihadiri tokoh agama di antaranya, mantan Ketua Sinode GKI Papua, Pendeta Herman Saud, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), Pendeta MPA Mauri, Ketua API Provinsi Papua, Pendeta Jimmy Koirewoa, dan Pendeta Jhon Baransano, “ujarnya.

“Beliau (Danrem) melakukan silaturahmi dengan para tokoh agama khususnya tokoh gereja di sini, mendengarkan saran dan masukkan soal penyelesaian konflik di Papua yang sudah sekian lama belum ada penyelesaian secara tuntas,” sambung Eka.

Di sela-sela kegiatan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan keakraban ini, Danrem mengatakan bahwa Komsos seperti ini sangat perlu dilakukan dengan para pemangku kepentingan di antaranya para tokoh agama Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Mengatasi persoalan di Papua, Korem 172/PWY tidak akan bisa bergerak sendiri untuk mencari solusi, perlu ada komponen-komponen lain di antaranya tokoh gereja yang jemaatnya ada di seluruh Papua, sehingga peran gereja akan sangat penting untuk mengambil bagian dalam penyelesaian konflik di Papua,” jelasnya.

Mantan Danrindam XVII/Cenderawasih ini mengungkapkan, hampir semua para perwakilan tokoh gereja berbicara dan menyampaikan persoalan yang terjadi di Papua, termasuk memberikan saran ataupun solusi bagaimana menyelesaikan masalah yang telah lama terjadi.

“Tentunya dengan pendekatan-pendekatan yang tepat, salah satunya adalah pendekatan agama. Kita yakin semuanya akan dapat diatasi,” katanya.

Apalagi di Papua lanjutnya, mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen sehingga pendekatan keagamaan salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah, dengan harapan berbagai pertemuan, diskusi bisa melahirkan sejumlah komitmen menuju Papua yang aman dan damai.

“Dari sisi Korem 172/PWY, saya juga memberikan penjelasan kepada seluruh prajurit jajaran Korem agar memahami bahwa masyarakat di sini mayoritas Nasrani, sehingga pendekatan dengan pemahaman Alkitab itu sangat penting untuk diperkenalkan kepada prajurit agar tidak terjadi kesalahan dalam melaksanakan tugas di kemudian hari,” tandasnya.

Pendekatan berikut adalah dengan pihak gereja, karena gereja lah yang memiliki umat dan diyakini bisa menyambungkan lidah dalam menyelesaikan persoalan atau konflik yang terjadi.

“Saya mengutip salah satu ayat di dalam Alkitab yakni cari dahulu kerajaan surga maka semuanya itu akan kutambahkan kepadamu. Artinya kalau kita bisa menerapkan hal itu, maka dalam bertugas pasti akan diterima oleh masyarakat,” tutur Jenderal bintang satu ini.

“Semoga dengan pendekatan keagamaan, gereja dan menerapkan isi firman Tuhan bisa menyelesaikan persoalan disini,” harapnya. (penad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *