Prajurit Marinir Indonesia Uji Kemampuan Perang Kota Modern Melalui Latihan MOUT di Hawaii

Hawaii– Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus meningkatkan kemampuan tempur modern melalui latihan Military Operations in Urban Terrain (MOUT) atau Operasi Militer di Wilayah Perkotaan yang dilaksanakan di Marine Corps Training Area Bellows (MCTAB), Hawaii, Amerika Serikat, Sabtu (27/06/2026).

Military Operations in Urban Terrain (MOUT) merupakan latihan yang melatih kemampuan prajurit dalam menghadapi pertempuran di lingkungan perkotaan dengan medan kompleks berupa bangunan, jalan sempit, serta keberadaan masyarakat sipil. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan taktik, ketelitian, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi operasi militer modern.

Dalam pelaksanaannya, prajurit Marinir Indonesia disimulasikan melaksanakan operasi di kawasan perkotaan yang dikuasai oleh musuh bersenjata. Prajurit dituntut mampu melakukan pembersihan wilayah, mengidentifikasi ancaman, serta membedakan antara kombatan musuh dan masyarakat sipil guna menghindari kesalahan dalam bertindak.

Latihan MOUT dipimpin langsung oleh Pasiops Unsur Marinir RIMPAC 2026 Letda Marinir Mohammad Irvan Sugianto, S.Tr.Han. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan menerapkan prosedur operasi modern, mulai dari perencanaan, manuver pasukan, komunikasi antarunsur, hingga evaluasi hasil latihan.

Dalam latihan tersebut, prajurit Marinir Indonesia dan unsur lawan menggunakan Laser Tactical Engagement Simulation (TESS) sebagai sistem simulasi pertempuran yang memberikan gambaran realistis mengenai kondisi peperangan. Teknologi ini mampu merekam setiap keterlibatan personel sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit.

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 menyampaikan bahwa latihan MOUT menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan prajurit menghadapi dinamika peperangan modern yang semakin kompleks. “Latihan ini memberikan pengalaman berharga bagi prajurit untuk meningkatkan kemampuan taktik, koordinasi, serta pengambilan keputusan di medan operasi perkotaan dengan skenario yang realistis,” ujar Dan UT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *