Pasca Bencana Sumatera, Listrik di 13 Desa di Provinsi Aceh dan 2 Desa di Sumatra Utara Belum Pulih Sepenuhnya
Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, pemulihan jaringan listrik di daerah terdampak bencana Sumatera terus diupayakan, namun 13 Desa dan 2 Desa di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara belum pulih sepenuhnya. Demikian hal tersebut terungkap saat konfrensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.
Sesuai rilis yang diterima, data pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan di tiga provinsi terdampak terus menunjukkan perkembangan. Di Provinsi Aceh, masih terdapat 13 desa yang listriknya belum menyala. Sementara di Sumatera Utara, tersisa 2 desa yang listriknya masih padam. Adapun di Sumatera Barat, aliran listrik telah kembali normal secara keseluruhan.
Hingga saat ini Satgas PRR terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh wilayah terdampak segera pulih dan layanan listrik kembali normal sepenuhnya.
Tito dikesempatan itu juga menjelaskan ketersediaan BBM dan hal mendasar lainnya telah diupayakan. “Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, listrik, kemudian bahan bakar, baik BBM maupun gas, LPG, dan kemudian sarana komunikasi, internet,” ucap Tito
“Kemudian kalau untuk BBM, SPBU maupun gas LPG, umumnya berhasil sudah bagus semua, lancar. Yang perlu dijaga konsistensinya. Demikian juga listrik sebagian besar [sudah pulih]. Saya ulangi, untuk di Sumatera Barat semuanya sudah 100 persen,” tambah Tito saat Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (ef)

