Percepatan Pemulihan Infrastruktur Wilayah Bencana Sumatera TNI Kerahkan Alat Berat

TNI kerahkan Kapal ADRI LII milik TNI AD ke wilayah bencana di Sumatera. Pengerahan kapal tersebut sebagai upaya pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Kapal tersebut juga berfungsi untuk mendukung bantuan logistik serta membawa alat berat guna pemulihan

Kedatangan Kapal ADRI LII di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, (12/12) sejatinya menjadi bagian dari upaya strategis TNI melalui Kodam Iskandar Muda untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Sejumlah perlengkapan vital diturunkan, antara lain tiga set jembatan Bailey, satu unit truk alkap jembatan, satu kendaraan tangki BBM berkapasitas 8.000 liter, dua unit buldoser, satu unit ekskavator, serta satu unit truk angkut.

Selain dukungan untuk wilayah Aceh, kapal tersebut juga mengangkut materiil zeni yang akan digunakan dalam penanganan bencana di wilayah Medan dan sekitarnya. Materiil tersebut meliputi dua set jembatan Bailey, empat unit truk tronton alkap jembatan, satu unit crane berkapasitas 25 ton, satu unit truk NPS, serta satu kendaraan double cabin Triton.

Tak hanya itu, berbagai logistik kemanusiaan untuk para pengungsi turut diberangkatkan, mencakup bahan makanan, obat-obatan, pakaian, kasur, beras, dan air mineral guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Pengerahan logistik dan alat berat ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjalankan mandat dan kepercayaan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. TNI bertekad memastikan seluruh wilayah terdampak banjir dan bencana alam lainnya dapat segera pulih dan kembali berfungsi normal, khususnya di Provinsi Aceh dan wilayah Sumatera Utara yang masih berada dalam situasi darurat.

Alat berat yang dikerahkan akan difokuskan pada penanganan kerusakan infrastruktur, pembukaan dan pemulihan akses jalan yang terputus, termasuk di wilayah yang terdampak longsor dan banjir. Dengan dukungan crane, komponen jembatan Bailey, serta kendaraan angkut berat, diharapkan pekerjaan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material sisa bencana hingga pembukaan jalur terisolasi, dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *