Tentang Musibah Guru Budi, Adhyaksa Dault: Mari Rumuskan Solusi Jangka Panjang
Sampang, (trisulanews.com) Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyesalkan tewasnya Ahmad Budi Cahyono guru SMAN 1 Torjun Sampang ditangan siswanya sendiri.
Menurut Adhyaksa, kita perlu bersama-sama mencari, memahami akar persoalan, mengetahui apa yang dibaca siswa, apa yang ditonton oleh siswa-siswa kita, pergaulannya sehari-sehari, film-film baik produksi dari luar maupun dari dalam yang berisi kekerasan atau inspirasi untuk melakukan kekerasan.
“Terus terang, sampai sekarang saya tidak percaya ada seorang murid di Indonesia yang melakukan perbuatan terkutuk terhadap gurunya sendiri. Ini sangat bertentangan dengan hati nurani semua orang di dunia. Karena itu, kita perlu mendiskusikan lebih serius, lebih lama agar lahir solusi dan rekomendasi yang menjamin kejadian yang sangat menyedihkan ini tidak terulang,” ujar Adhyaksa Dault di Jakarta, Sabtu (4/2).
Adhyaksa menambahkan, peristiwa memilukan ini bukan kali ini saja. Sebelumnya, seorang guru di Sulawesi Selatan dianiaya oleh siswa dan orang tua siswa tersebut. Bahkan, ada juga anak menganiaya hingga membunuh orangtua kandungnya.
“Sejak kecil kita diajarkan, jangankan memukul apalagi membunuh, berkata “ah” atau membantah saja sudah dosa besar bagi seorang anak. Hal-hal yang mustahil terjadi dan tidak kita perkirakan sekarang bisa terjadi,” paparnya.
“Saya sudah mencari dan membaca berbagai informasi tentang Guru Ahmad Budi Cahyono. Dia sosok guru yang baik. Kemampuan beliau di bidang seni banyak sekali, ia mampu melukis, memainkan berbagai alat musik dan mengajarkan dengan penuh kesabaran kepada murid-muridnya. Beliau juga guru honorer dengan gaji tergolong rendah, namun tetap semangat dan ikhlas mengajar. Sekali lagi kita harus memberikan jaminan agar guru-guru kita dapat mengajar dengan tenang dan aman. Kejadian menyedihkan ini tidak boleh terulang. Mari bersama kita rumuskan solusi jangka panjang,” ujar Adhyaksa Dault.